Minggu, 13 Januari 2013

Relief Daratan dan Relief Dasar Laut



Relief Daratan dan Relief Dasar Laut
a.       Pendahuluan.
Bumi seperti bawang yang terdiri dari beberapa lapis. Planet bumi terdiri dari bola-bola konsentris yang dapat dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu kerak bumi ( kulit bumi ), mantel bumi, dan inti bumi. Mantl terdiri dari dua bagian yaitu mantel atas dan mantel bawah yang dipisahkan oleh lapisan peralihan. Demikian juga inti dibagi menjadi dua bagian yaitu inti luar dan inti dalam.
Lapisan kulit bumi sering disebut litosfer. Berasal dari kata litos artinya batu, sfeer atau sphairaartinya bulatan. Jadi litosfer adalah lapisan kerak bumi atau kulit bumi yang terdiri dari batu-batuanan yang keras dan tanah, sedangkan tanah itu sendiri berasal dari batuan yang melapuk.  Batu-batuan pembentuk lapisan kerak bumi ini banyak mengandung mineral-mineral yang berbentuk kristal dan hablur. Selain itu ada juga beberapa jenis logam.

Permukaan bumi memiliki kenampakan alam yang sangat beragam. Tidak hanya di permukaan, tetapi di dalam bumi pun terdapat proses yang masih berlanjut sampai saat ini. Kenampakan alam di permukaan bumi antara lain dipengaruhi oleh tenaga-tenaga pembentuk muka bumi, baik yang berasal dari dalam bumi ( tenaga endogen ) maupun tenaga yang berasal dari luar bumi ( eksogen ). Tenaga tersebut membentuk dan mengubah kenampakan alam yang ada. Hal itu berdampak pada bentang dan aktivitas penduduk yang ada didalamnya.
Akibat dari tenaga-tenaga endogen dan tenaga eksogen, terbentuklah relief-relief permukaan bumi, baik di daratan maupun di dasar laut.
b.      Relief Muka Bumi.
1.      Pengertian Relief.
Relief adalah bentuk kekasaran permukaan bumi, baik berupa tonjolan, dataran, atau cekungan yang terjadi karena adanya pengaruh tenaga-tenaga pembentuk muka bumi, baik tenaga endogen maupun tenaga eksogen.
2.      Jenis-Jenis Relief
Relief dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
a.       Relief Darat.

Relief daratan adalah bentuk kekasaran permukaan bumi, baik berupa tonjolan, dataran, atau cekungan yang terdapat di wilayah daratan permukaan bumi. Relief darat akan selalu berubah dari waktu ke waktu dan hal ini juga akan menyebabkan perubahan pola hidup makhluk yang tinggal di permukaan bumi tersebut. Perubahan bentuk permukaan bumi dikarenakan adanya tenaga endogen, yaitu tenaga yang berasal dari dalam bumi. Dan juga tenaga eksogen, yang merupakan tenaga yang berasal dari luar bumi.
Relief antara daratan satu dengan daratan lainnya tidak sama, dengan adanya relief daratan yang tidak sama, maka juga akan mempengaruhi kehidupan pada suatu wilayah.
Adapun macam-macam relief daratan di permukaan bumi adalah :
1.      Dataran Rendah.
Dataran rendah merupakan suatu bentang alam tanpa banyak memiliki perbedaan ketinggian antara tempat yang satu dengan tempat yang lain. Dataran rendah diidentifikasikan sebagai relief daratan yang mempunyai ketinggian antara 0-200 m di atas permukaan laut. Di Indonesia banyak kita jumpai wilayah dataran rendah yang terjadi dari hasil sedimentasi material ( tanah ) yang dibawa oleh sungai-sungai ke muara. Oleh karena itu, daerah ini juga disebut dataran alluvial. Misalnya, dataran alluvial di Sumatera bagian timur, jawa bagian utara, Kalimantan barat, kalimanatan selatan, Kalimantan timur serta irian jaya bagian barat dan utara. Di pulau-pulau lain juga terdapat alluvial, tetapi ukurannya sempit. Daerah dataran alluvial memiliki penduduk lebih padat jika dibandingakn dengan daerah pegunungan, karena dataran alluvial biasanya merupakan daerah subur.
Bentuk muka bumi berupa dataran rendah digambarkan menggunakan symbol area berwarna hijau. Pewarnaan hijau tersebut dapat dipecah lagi menjadi beberapa tingkatan warna, misalnya warna hijau untuk ketinggian antara 0-100m dan warna hijau muda untuk ketinggian antara 100-200m di atas permukaan laut. Pada peta topografi, dataran rendah dicirikan dengan penggambaran garis kontur yang jarang.
2.      Dataran Tinggi.
Dataran tinggi (disebut juga plateau atau plato) diidentifikasikan sebagai relief daratan yang relative landai dengan ketinggian antara 200-1000 m di atas permukaan air laut. Dataran tinggi terbentuk sebagai hasilerosi dan sedimentasi. Beberapa dataran tinggi antara lain Dataran Tinggi DekkanDataran Tinggi GayoDataran Tinggi DiengDataran Tinggi Malang, dan Dataran Tinggi Alas. Dataran tinggi bisa juga terjadi oleh bekas kaldera luas, yang tertimbun material dari lereng gunung sekitarnya. Dataran tinggi dari kategori terakhir ini antara lain adalah Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah.
Dataran tinggi digambarkan dengan menggunakan symbol  area kuning atau cokelat muda. Pada peta topografi, penggambaran dataran tinggi digambarkan dengan garis kontur yang agak jarang, namun memiliki angka penunjuk kontur yang besar ( antara 200-1000 meter ).

3.      Kawasan Pegunungan atau Perbukitan.
Pegunungan merupakan kumpulan atau barisan gunung. Kawasan pegunungan diidentifikasikan sebagai daratan yang memiliki kemiringan lereng yang relative lebih besar bila dibandingkan dengan dataran dan mempunyai ketinggian di atas 1000 meter. Adapun perbukitan adalah daerah dengan kondisi sama dengan pegunungan, namun memiliki ketinggian yang lebih rendah ( antara 200 sampai 300 meter ). Karena kemiringan lerengnya yang relative besar, maka kawasan ini bila digambarkan dengan peta kontur akan memiliki garis-garis kontur yang relative rapat satu sama lain. Adapun pada peta umum, kawasan ini digambarkan dengan symbol area berwarna cokelat.
Di Indonesia  terdapat beberapa deretan pegunungan, yaitu:
1.         Deretan pegunungan Sunda, yaitu deretan pegunungan yang berjajar dari Pulau Sumatera,  Jawa, Nusatenggara, Maluku Selatan dan berakhir di Pulau Banda.
2.         Deretan  Sirkum Australia, yaitu deretan pegunungan yang berjajar dari Australia, ujung timur Pulau Irian, masuk melalui bagian tengah Irian dengan puncak tertinggi Jayawijaya.
3.         Deretan pegunungan Sangihe, yaitu deretan pegunungan yang membujur dari Kepulauan Sangihe (Sulawesi Utara), masuk ke Minahasa, Teluk Gorontalo (dengan Gunung Una-Una yang sering meletus) hingga Sulawesi Selatan.
4.         Deretan Pegunungan  Halmahera, yaitu deretan pegunungan yang berderet mulai dari Pulau Talaut, Pulau Maju dan Tifor di Maluku Utara, masuk ke Halmahera serta Pulau Ternate dan Tidore, berbelok ke timur hingga Kepala Burung
5.         Deretan Pegunungan Kalimantan, deretan ini bermula dari Pulau Palawan (Filipina) kemudian masuk ke Kalimantan.
4.      Gunung
Gunung merupakan bentuk relief muka bumi yang menonjol. Pada umumnya, memiliki ketinggian di atas 1000 meter. Dalam peta, gunung digambarkan dengan symbol segitiga berwarna merah untuk gunung berapi dan segitiga berwarna hitam untuk gunung mati.

5.      Rawa, danau, dan waduk
Rawa merupakan wilayah daratan yang digenangi air, biasanya berada di daratan rendah atau didaerah pantai. Adapun danau adalah daratan luas yang digenangi air, sedangkan waduk adalah danau buatan. Danau dan waduk biasanya terdapat di daerah dataran tinggi. Pada peta, danau dan waduk digambarkan dengan symbol area berwarna biru. Sedangkan rawa digambarkan dengan area berwarna hijau dengan garis putus-putus.

6.      Sungai
Sungai merupakan jalur atau penampang yang dilalui oleh air dari hulu ke hilir. Pada umumnya sungai memiliki mata air atau berhulu di kawasan pegunungan atau dataran tinggi dan bermuara di lautan. Pada peta, aliran sungai digambarkan dengan garis yang berkelok-kelok berwarna biru. Sementara itu, pada peta kontur, sungai digambarkan dengan garis yang memotong pola kontur dengan arah kontur membelok kearah hulu.
7.      Pantai
Pantai, adalah bagian dari darat yang terdekat dengan laut. Garis pantai adalah garis batas antara laut dan darat. Tepi pasir atau pesisir adalah bagian dari darat yang tergenang air ketika pasang naik dan kering ketika surut. Daratan yang terletak di tepi laut disebut pantai. Di daerah pantai dikenal berbagai bentuk muka bumi sebagai berikut :
1.             Teluk, yaitu laut yang menjorok ke daratan.
2.             Tanjung atau ujung, yaitu daratan yang menjorok ke laut. Ujung yang sangat panjang dinamakan jazirah atau semenanjung.
3.             Delta, tanah endapan di muara sungai.
4.             Gosong, pulau yang tergenang ketika laut pasang dan muncul ke permukaan ketika air laut surut disebut gosong (gosong pasir).
b.      Relief Dasar Laut.

Relief dasar laut adalah bentuk kekasaran permukaan bumi, baik berupa tonjolan atau cekungan yang terdapat di wilayah dasar laut.
Berbeda dengan relief daratan yang mudah digambarkan karena dapat dilihat dari atas, relief lautan relative lebih sulit ditentukan. Pada umumnya, lautan digambarkan dengan symbol area berwarna biru. Seperti juga halnya dengan wilayah daratan, penggambaran warna tersebut juga dapat dibedakan menjadi beberapa tingkatan warna berikut ini.
Pada beberapa peta terdapat warna biru gelap untuk menunjukan letak suatu palung dan warna putih kelabu untuk menunjukan perairan es. Terkadang juga terdapat tanda 4.255, artinya laut tersebut mempunyai kedalaman 4.255 meter.
Seperti halnya bentuk muka bumi di daratan yang beranekaragam, bentuk muka bumi di lautan juga beragam. Bedanya bentuk muka bumi di lautan tidak seruncing dan sekasar relief di daratan. Keadaan ini akibat dari erosi dan pengupasan oleh arus laut. Bentuk-bentuk muka bumi di lautan adalah sebagai berikut :
1.      Landasan Kontinen ( continental shelf )

Landasan Kontinen ( continental shelf ) adalah wilayah laut yang dangkal di sepanjang pantai dengan kedalaman kurang dari 200 meter, dengan kemiringan kira-kira 8,4% atau sekitar 0o7’ atau 2m/km. Landas kontinen merupakan dasar laut dangkal di sepanjang pantai dan menjadi bagian dari daratan. Contohnya Landas Kontinental Benua Eropa Barat sepanjang 250 km kea rah barat. Dangkalan sahul yang merupakan bagian dari benua Australia dan Pulau Irian, Landas kontinen dari Siberia kea rah laut Arktik sejauh 100 km, dan Dangkalan Sunda yang merupakan bagian dari Benua Asia yang terletak antara Pulau Kalimantan, Jawa, dan Sumatera.
2.      Lereng benua ( continental slope )
Lereng benua ( continental slope ) merupakan kelanjutan dari continental shelf dengan kemiringan antara  4% sampai 6%. Kedalaman lereng benua lebih dari 200 meter. Daerah ini meluas dari patahan beting sampai pada kedalaman rata-rata 2 km. daerahnya curam dengan kemiringan rata-rata 40o17’ atau 1 : 2 sampai 1 : 40, dan mencakup luas 13% dari luas permukaan bumi.
3.      Tanjakan Kontinental.
Daerah ini adalah transisi antara benua dengan samudra, mempunyai kemiringan 1 : 50 sampai 1 : 800 dengan rata-rata 1 : 150. Tanjakan continental merupakan tempat pengumpulan sedimen yang berasal dari benua.
4.      Dasar Samudra, ( ocean floor ), meliputi :
A.    Deep Sea Plain, yaitu dataran dasar laut dalam dengan kedalaman lebih dari 1000 meter.
B.     The Deep, yaitu dasar laut yang terdalam yang berbentuk palung laut ( trog ).
Pada ocean floor terdapat relief bentukan antara lain :
1.      Gunung laut, yaitu gunung yang kakinya berada di dasar laut sedangkan badan puncaknya muncul ke atas permukaan laut dan merupakan sebuah pulau.
Contoh : Gunung Krakatau.
2.      Seamount, yaitu gunung di dasar laut dengan lereng yang curam dan berpuncak runcing serta kemungkinan mempunyai tinggi sampai 1 km atau lebih tetapi tidak sampai ke permukaan laut.
Contoh : St. Helena, Azores da Ascension di laut Atlantik.
3.      Guyot, yaitu gunung di dasar laut yang bentuknya serupa dengan seamount tetapi bagian puncaknya datar. Banyak terdapat di lautan pasifik.
4.      Punggung laut ( ridge ), yaitu punggung pegunungan yang ada di dasar laut.
Contoh : punggung laut Sibolga.
5.      Ambang laut ( drempel ), yaitu pegunungan di dasar laut yang terletak diantara dua laut dalam.
Contoh : ambang laut sulu, ambang laut Sulawesi.
6.      Lubuk laut ( basin ), yaitu dasar laut yang bentuknya bulat cekung yang terjadi karena ingresi.
Contoh : lubuk laut sulu, lubuk laut Sulawesi.
7.      Palung laut ( trog ), yaitu lembah yang dalam dan memanjang di dasar laut terjadi karena ingresi. Palung laut terjadi karena adanya tabrakan antar lempeng ( subduksi ) yang sangat kuat antar lempeng-lempengnya.
Contoh : palung Sunda, Palung Mindanao, Palung Mariana.

c.       Kesimpulan
Ø  Permukaan bumi memiliki kenampakan alam yang sangat beragam. Tidak hanya di permukaan, tetapi di dalam bumi.
Ø  Kenampakan alam di permukaan bumi antara lain dipengaruhi oleh tenaga-tenaga pembentuk muka bumi, baik yang berasal dari dalam bumi ( tenaga endogen ) maupun tenaga yang berasal dari luar bumi ( eksogen ).
Ø  Dari tenaga-tenaga endogen dan eksogen tersebut dihasilkan relief-relief permukaan bumi.
Ø  Relief adalah bentuk kekasaran permukaan bumi, baik berupa tonjolan, dataran, atau cekungan yang terjadi karena adanya pengaruh tenaga-tenaga pembentuk muka bumi, baik tenaga endogen maupun tenaga eksogen.
Ø  Relief terbagi menjadi relief daratan dan relief dasar laut.
Ø  Relief daratan dibagi menjadi Dataran rendah, dataran tinggi, kawasan pegunungan dan perbukitan, gunung, danau, rawa, waduk, sungai, dan pantai.
Ø  Relief dasar laut dibagi menjadi Landasan Kontinen ( continental shelf ), Lereng benua ( continental slope ), Tanjakan Kontinental, dan Dasar Samudra, ( ocean floor ).

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Google+ Badge